Di tengah keterbatasan air, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKPP Kotabaru tetap berupaya menjaga produksi padi agar tidak anjlok.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru, Edi Rahmadi, mengatakan tanaman padi yang sudah tertanam sebelumnya masih menghasilkan dengan baik. Namun, luas tanam baru mulai menyusut.
"Untuk tanaman-tanaman kita, sudah banyak yang tertanam, dan hasilnya memang masih bagus seperti bulan-bulan sebelumnya, tapi agak berkurang produksinya," kata Edi, Rabu (02/09/2026).
Penyusutan terjadi karena air semakin sulit. Pada Agustus 2026, DKPP hanya mampu merealisasikan tanam di 60 hektare. Jauh dari 300 hektare di tahun sebelumnya.
"Merosot jauh karena bisa dikatakan tidak ada sumber air," jelasnya.
Untuk mengatasinya, DKPP memfokuskan penanaman di wilayah yang masih memiliki sumber air. Yakni Pulau Laut Timur di area Teluk Mesjid sekitar 40 hektare dan Kelumpang Selatan sekitar 20 hektare.
"Jadi yang untuk bulan-bulan ini sangat terbatas, yang bisa ditanam dan sangat membantu hanya di Pulau Laut Timur, Teluk Mesjid," tukas Edi. (Pujianoor)
