![]() |
| Foto Istimewa |
Penegasan itu disampaikan Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli dalam rapat bersama Telkomsel di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
"Apapun persyaratannya dan apapun bentuknya, kami siap mengikuti aturan. Yang penting bagaimana koordinasi antara dinas terkait dengan Telkomsel sehingga kebutuhan penguatan sinyal ini bisa diwujudkan," tegas Bupati.
Bupati menilai kondisi geografis Kotabaru yang bergunung dan berkepulauan menjadi tantangan tersendiri. Banyak desa belum terjangkau sinyal, padahal jaringan sangat dibutuhkan untuk pelayanan publik dan aktivitas masyarakat.
"Intinya, Telkomsel harus masuk ke sini untuk penguatan sinyal. Ini penting sekali, karena pusat perkantoran nantinya akan berada di sini dan juga banyak desa-desa serta wilayah lainnya yang belum memiliki jaringan telekomunikasi," katanya.
Rapat tersebut dihadiri Sekda H. Eka Saprudin, para Asisten, dan Kepala SKPD terkait.
Perwakilan Telkomsel Batulicin-Kotabaru Muhammad Fatahillah menyambut baik hal tersebut dan membuka koordinasi melalui Diskominfo untuk penanganan blankspot.
Kepala Diskominfo Kotabaru H. Hendra Indrayana mengatakan, penguatan jaringan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan.
"Bupati berharap adanya kerja sama antara Telkomsel dengan Pemkab, terutama pembangunan BTS di wilayah yang masih blankspot," ujar Hendra. (Ril)
