Manajer PLN ULP Kotabaru, Muhammad Reza, menjelaskan pemadaman bergilir yang terjadi disebabkan gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan membuat gangguan tersebut berdampak ke seluruh wilayah.
“Penyebabnya sesuai yang kami sampaikan sebelumnya, ada gangguan pembangkit gas dan uap di Muara Teweh. Sistem kita sudah interkoneksi dari seluruh Kalimantan. Kebetulan terjadi gangguan di PLTGU, sehingga suplai ke masyarakat tidak bisa 100%,” ujar Reza.
Ia mencontohkan, jika kebutuhan 100 MW, pembangkit hanya mampu 80 MW.
“Akhirnya kita gunakan mekanisme pemadaman bergilir, supaya yang terdampak tidak hanya satu pelanggan, tapi bergantian,” katanya.
Reza juga membantah isu pasokan batubara menipis.
“Informasi sementara yang kami terima adanya gangguan gas dan pembangkit listrik PLTGU,” tegasnya.
Ia menambahkan, PLN ULP fokus pada pelayanan, sementara pembangkit ditangani PLN Nusantara Power dan PLN Indonesia Power di Barito Utara.
Terkait durasi gangguan, Reza mengaku belum mendapat kepastian.
“Kami akan mengupayakan supaya permasalahan dapat diatasi, sehingga pemadaman bergilir ini tidak diperlukan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat memantau saluran WhatsApp PLN KOTABARU INFO.
“Maksimal dua jam sebelum padam kami informasikan agar wilayah terdampak bisa bersiap terlebih dahulu,” tutupnya. (Pujianoor)
