Kemarau, Faizal: Cadangan Beras Bulog Kotabaru Cukup

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Kotabaru, Moch. Faizal, menyebut saat ini gudang Bulog untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu masih memiliki cadangan beras yang cukup. Senin (10/08/2026)

Ia merinci, total stok yang tersedia saat ini berada di angka 1.500 ton. Jumlah itu dipastikan akan bertambah karena ada kiriman dari Banjarmasin.

"Yang wilayahnya Kabupaten Tanbu dan Kotabaru, ini kami punya stok dalam kisaran 1.500 ton beras. Jadi, karena posisi saat ini kemarau dan musim panen kemungkinan di bulan September, kami ada mendatangkan beras dari daerah Banjarmasin, itu mungkin sekitar 1.500 ton lagi, insyaallah dalam bulan ini datang, jadi stok beras kami rasa cukup," katanya. 

Selain menjaga stok, Bulog juga ditugaskan pemerintah melalui Bapanas untuk menyalurkan bantuan pangan. Setiap Keluarga penerima bantuan akan mendapatkan 30 kilogram beras. Penyalurannya berlangsung dari Juli hingga September 2026.

"Kemudian kami ada program dari pemerintah, pemerintah menugaskan Bapanas, Bapanas ke Bulog untuk melaksanakan bantuan pangan semester II di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu, ini ada sekitar 30 kilo untuk satu penerima bantuan pangan (PBP). Jadi, itu nanti beras yang akan dibagikan di bulan Juni sampai September," imbuhnya. 

Data penerima, lanjut Faizal, langsung berasal dari Bapanas berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN desil 1 sampai 4.

"Kalau penerima bantuan pangan ini kami dapat BNBA (by name by adress) dari Bapanas, Jadi, datanya berasal dari DTSEN, DTSEN kementrian sosial, DTSEN 1 sampai 4," ujarnya. 

Untuk menjangkau masyarakat luas, Bulog juga menggandeng RPK, toko pangan, serta Dinas terkait melalui kegiatan pasar murah. Beras yang dijual saat ini adalah beras medium SPHP. Sementara untuk segmen premium tersedia merek B-Food dan Punokawan.

"Dari kami sendiri bulog bekerjsama dengan yang namanya unit penjualan seperti RPK dan toko pangan, serta bekerjasama dengan dinas terkait, Diskoperindag, dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian yang mengadakan pasar murah. Jadi, untuk jadwal pasti masih menyesuaikan, jadi, kami berusaha untuk menjangkau konsumen akhir. Saat ini, beras yang kami jual masih beras medium dengan SPHP untuk beras premium, kami memiliki merek B-Food juga merek punokawan," katanya. 

Menyinggung harga, Faizal menyebut kenaikan hanya terjadi pada beras premium. Hal itu dipicu terbatasnya produksi beras lokal Kalimantan yang hanya panen setahun sekali.

"Kalau dari laporan inflasi daerah, itu sebenarnya tidak ada kenaikan diberas medium, itu terjadi diberas premium, itu ada kenaikan memang, tapi itu karena beras premium, beras-beras lokal seperti siam, beras itu memang beras tertentu khusus untuk didaerah Kalimantan saja, karena memang beras tahunan, dalam satu tahun sekali saja panennya, jadi itu yang menyebabkan jumlahnya terbatas, permintaan banyak, jadi harganya naik," katanya. 

Ia juga meluruskan soal keluhan kualitas beras SPHP. Menurutnya, dalam pengadaan Bulog tidak ada standar rasa. Yang ditetapkan hanya syarat teknis.

"Kalau beras sewaktu pengadaan itu syaratnya adalah beras medium. Kadar air maksimal 14%, derajat sosoh minimal 95%, broken maksimal 25% dan menir maksimal 2%. Nah, di situ tidak ada mengisyaratkan rasa, karakteristik rasa apakah pera atau pulen, itu tidak ada kriterianya. Jadi, memang berasnya bermacam-macam. Dan cara menyerap gabah pun kami serapan gabah any quality, tidak menyebut varietas IR, Mikongga, Ciherang. Jadi, gabah yang any quality tadi dibeli dengan harga Rp6.500. Jadi hasilnya bercampur-campur," jelasnya. 

Faizal berharap bantuan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat. Bagi yang tidak masuk daftar penerima, beras Bulog tetap tersedia di mitra penjualan dan kantor Bulog.

"Untuk di semester II ini, pemerintah memberikan bantuan pangan kepada masyarakat penerima bantuan pangan. Semoga bantuan pangan ini bisa sedikit meringankan beban untuk uang belanja. Bagi masyarakat lain, yang tidak menerima bantuan pangan, bisa membeli beras Bulog baik di mitra penjualan Bulog, pasar murah, atau kantor Bulog. Kami juga menyediakan penjualan, jadi beras tersedia," pungkasnya.  (Pujianoor) 

Lebih baru Lebih lama