PDAM Kotabaru Berlakukan Distribusi Air Bergilir Akibat Kemarau


Menghadapi musim kemarau, PDAM Kotabaru memberlakukan sistem distribusi air secara bergilir. 

Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki mengatakan, pemberlakuan air bergilir itu merupakan langkah antisipasi dampak kemarau yang melanda di Kalimantan Selatan.

"Ini adalah salah satu untuk menghemat air dan memperpanjang ketersediaan air kita. Karena sekarang ada kemarau, di Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, ini semua kita kena imbas kemarau, berdampak pada penurunan curah hujan," katanya.

Ia menjelaskan, penggiliran dilakukan agar ketersediaan air bersih dapat bertahan lebih lama di tengah penurunan debit.

"Dalam rangka ketersediaan air yang ada, untuk menjamin ketahanan air kita maka dilakukan penggiliran, salah satu upaya PDAM untuk memperpanjang air yang ada," katanya. 


Humas PDAM Kotabaru, H. Suriansyah, menyebut wilayah yang paling terdampak penurunan debit adalah jaringan Gunung Tirawan. Karena itu, sistem giliran mulai diterapkan di kawasan tersebut.

"Adanya penurunan debit air baku, dan yang sangat berdampak ini adalah layanan pipa Gunung Tirawan, dan mulai Tirawan kita gilir, jadi untuk menghemat air baku kita, maka dilakukan penggiliran," ujarnya.

Untuk wilayah Pulau Laut Utara, Suriansyah mengatakan hingga saat ini belum dilakukan penggiliran karena suplai air masih mencukupi. Namun, hal itu bisa berubah jika kondisi air baku terus menurun.

"Untuk wilayah Pulau Laut Utara, sementara ini belum kita gilir, karena masih mampu, tapi untuk di bulan Agustus mungkin kita lakukan penggiliran untuk menghemat air baku yang ada di sekitarnya."

Selain faktor air baku, Suriansyah juga menyoroti gangguan pemadaman listrik yang ikut menghambat pelayanan, khususnya di wilayah ujung jaringan yang mengandalkan pompa.

"Dan dibarengi juga dengan mati lampu, nah mati lampu ini artinya PDAM sangat dirugikan, terutama untuk perairan wilayah ujung, karena PDAM menggunakan pompa. Nah akibat mati lampu itu sangat berdampak juga terhadap kami di PDAM, jadi ada beberapa domisili yang tidak bisa dialirkan atau diolah karena mati lampu tadi berdampak terhadap pengolahan kita di sana," katanya. 

Ia menambahkan, jadwal giliran bersifat dinamis dan akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Jika debit terus menurun, durasi off bisa diperpanjang.

"Kalau sementara untuk bergilir ini ada wilayah off dan wilayah on. Mungkin untuk ke depannya melihat kondisi air baku kita, kalau menurun terus yang ada di Gunung Ulin dan Kampung Tirawan, nah itu kemungkinan bisa 2 atau 3 hari, tapi kita lihatlah kondisinya," katanya 

Menutup keterangannya, Suriansyah mengimbau pelanggan memantau informasi resmi jadwal air melalui kanal PDAM.

"Untuk informasi buka aja di websitenya PDAM Kotabaru, atau melalui Instagram pdamkotabaru, dan saluran WhatsApp 'PDAM KOTABARU," tutupnya. (Pujianoor) 


Lebih baru Lebih lama