Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menggelar kegiatan pasar murah di kawasan Siring Laut, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan ini bagian dari rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kabupaten Kotabaru sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.
Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli menyampaikan pasar murah adalah wujud nyata perhatian pemerintah menjaga keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan, merupakan akses masyarakat terhadap pangan yang aman dan berkualitas, serta meningkatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ucapnya.
Rusli menegaskan ketahanan pangan jadi pondasi penting pembangunan daerah. Pemkab Kotabaru berkomitmen mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi, memperkuat distribusi, dan menjaga stabilitas harga.
“Kami menyadari bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pondasi untuk membangun daerah. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Kotabaru terus berkomitmen mendukung berbagai program strategi pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi pangan, memperkuat distribusi serta menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat melihat langsung potensi dan tantangan geografis Kotabaru dalam pemenuhan komoditas pangan agar sinergi program pusat-daerah semakin kuat.
“Kami berharap dari pemerintah pusat dapat melihat langsung potensi, sekaligus tantangan geografis yang dihadapi Kabupaten Kotabaru dalam pemenuhan komoditas pangan, sehingga sinergi program antara pusat dan daerah dapat terjalin semakin kuat,” ujarnya.
Bupati juga menyebut Kotabaru memiliki potensi besar di sektor pertanian. Secara geografis daerah ini cocok untuk pengembangan pangan.
“Perlu saya sampaikan bahwa Kabupaten Kotabaru adalah daerah agraris dan industri, namun secara geografis Kabupaten Kotabaru cocok untuk dilakukan sektor pertanian, khususnya dalam bidang pangan. Tentu kami berharap ada sektor-sektor tertentu yang harus diperhatikan dalam peningkatan produksi pangan dan pengolahan pangan di Kabupaten Kotabaru,” katanya.
Rusli menyebut saat ini ada sekitar 2.000 hektare lahan yang terkelola, namun terkendala peralatan. Ia meminta bantuan alsintan untuk meningkatkan produksi.
“Lahan yang tersedia untuk saat ini diperkirakan ada dua ribu hektar, yang terkelola namun terkendala. Yang pertama adalah dari sisi peralatan pengolahan lahan, yaitu alsintan. Jadi saya sangat berharap semoga dapat dibantu alsintan, terutama traktor tangan, ekskavator dan sabrodi obat-obatan. Nah itu tiga poin yang saya harap Kabupaten Kotabaru dapat meningkat,” tutupnya. (Pujianoor)
